• Jl. Raya IX Sukamandi
  • (0260) 520157
  • [email protected]
Logo Logo
  • Beranda
  • Profil
    • Overview
    • Visi & Misi
    • Struktur Organisasi
    • Tugas & Fungsi
    • Pimpinan
    • Satuan Kerja
    • Sumber Daya Manusia
  • Informasi Publik
    • Portal PPID
    • Standar Layanan
      • Maklumat Layanan
      • Waktu dan Biaya Layanan
    • Prosedur Pelayanan
      • Prosedur Permohonan
      • Prosedur Pengajuan Keberatan dan Penyelesaian Sengketa
    • Regulasi
    • Agenda Kegiatan
    • Informasi Berkala
      • LHKPN
      • LHKASN
      • Rencana Strategis
      • DIPA
      • RKAKL/ POK
      • Laporan Kinerja
      • Capaian Kinerja
      • Laporan Keuangan
      • Laporan Realisasi Anggaran
      • Laporan Tahunan
      • Daftar Aset/BMN
    • Informasi Serta Merta
    • Informasi Setiap Saat
      • Daftar Informasi Publik
      • Standar Operasional Prosedur
      • Daftar Informasi Dikecualikan
      • Kerjasama
  • Publikasi
    • Buku
    • Pedum/ Juknis
    • Infografis
  • Reformasi Birokrasi
    • Manajemen Perubahan
    • Deregulasi Kebijakan
    • Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik
    • Penataan dan Penguatan Organisasi
    • Penataan Tata Laksana
    • Penataan Sistem Manajemen SDM
    • Penguatan Akuntabilitas
    • Penguatan Pengawasan
  • Layanan
Thumb
135 dilihat       09 Februari 2026

Mentan Amran: Produksi dan Stok Pangan Nasional Tetap Aman di Tengah Dinamika Cuaca

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan produksi dan stok pangan nasional tetap aman meskipun Indonesia tengah menghadapi dinamika cuaca di sejumlah wilayah. Menurutnya, kondisi hujan yang terjadi tidak berdampak terhadap ketahanan pangan karena pemerintah telah mengantisipasi melalui penguatan pengendalian produksi dan pemantauan stok secara ketat.

 
Mentan Amran menyampaikan bahwa stok beras nasional per Januari 2026 mencapai 3,3 juta ton, angka tertinggi sepanjang sejarah Indonesia merdeka. Capaian tersebut menunjukkan stabilitas produksi nasional tetap terjaga di tengah curah hujan tinggi.
 
“Insya Allah tidak berpengaruh sama sekali. Stok kita sekarang 3,3 juta ton. Itu tidak pernah terjadi selama Indonesia merdeka,” ujar Mentan Amran di Jakarta, Rabu (4/2/2026)
 
Mentan Amran menambahkan, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya terjadi lonjakan signifikan pada serapan beras pemerintah. Menurutnya, peningkatan tersebut menunjukkan ketahanan sistem pangan nasional tetap kuat meskipun menghadapi dinamika cuaca.
 
“Januari ya komparasi tahun lalu itu hanya 14.000 ton (serapan beras) sekarang 112 ribu ton. Jadi naik 700 persen di bulan Januari, “ ungkapnya
 
Menurutnya, curah hujan tinggi justru mendukung percepatan tanam selama pengelolaan air berjalan baik.
 
“Cuaca ini berkah karena mendukung tanam. Tantangan terbesar justru ketika terjadi kekeringan seperti El Nino,” tegasnya.
 
Memasuki awal 2026, Kementan secara aktif melakukan pemantauan kondisi produksi dan stok pangan nasional, khususnya di wilayah sentra produksi padi. Hasil pemantauan menunjukkan bahwa produksi di Pulau Jawa sebagai lumbung pangan utama nasional tetap berjalan baik. Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat masih berada dalam kondisi produksi yang relatif aman, sehingga pasokan beras nasional tetap terjaga meskipun terdapat laporan banjir di beberapa lokasi.
 
Sebagai bagian dari upaya mitigasi, informasi prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) digunakan sebagai dasar pengambilan kebijakan. Dengan pendekatan antisipatif tersebut, potensi dampak curah hujan tinggi dapat diantisipasi sejak dini dan tidak mengganggu ketersediaan pangan nasional.
 
Untuk memastikan produksi tetap aman di tingkat lapangan, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementan melakukan peninjauan langsung ke lahan pertanian terdampak genangan di Kabupaten Bekasi dan Karawang. Kunjungan tersebut dipimpin Direktur Jenderal Tanaman Pangan Yudi Sastro atas arahan Menteri Pertanian.
 
Dirjen Tanaman Pangan meminta dinas setempat segera mengusulkan bantuan benih bagi petani terdampak agar tanam ulang dapat dilakukan secepatnya dan kontinuitas produksi tetap terjaga. Bantuan diprioritaskan untuk wilayah yang mengalami genangan guna menekan potensi gagal panen serta memastikan gangguan lokal tidak berdampak pada produksi pangan nasional. 
 
Selain itu, pemerintah daerah diminta mengajukan normalisasi saluran air dan irigasi sebagai langkah jangka menengah dan panjang untuk menjaga keberlanjutan produksi pangan.
 
Kementan menegaskan penguatan tata kelola air dan respons cepat di lapangan menjadi kunci menjaga stabilitas produksi pangan nasional di tengah dinamika iklim.

Prev Next

- BBPSI Padi


Pencarian

Berita Terbaru

  • Thumb
    Kementan Kenalkan PM-AAS di Inagritech, Inovasi Pertanian Modern untuk Dongkrak Produktivitas Padi
    30 Jul 2026 - By BBPSI Padi
  • Thumb
    Anak Muda Papua Bertani Dengan Drone, Mentan Amran: Pertanian Modern Merauke Sejajar Negara Maju
    13 Jul 2026 - By BBPSI Padi
  • Thumb
    Pimpin 137 Ribu Hektare Cetak Sawah dan Oplah di Tanah Papua, Mentan Amran: Itu Semua Milik Rakyat
    13 Jul 2026 - By BBPSI Padi
  • Thumb
    Padi Biofortifikasi Dukung PM AAS dan Pangan Bernutrisi
    10 Jul 2026 - By BBPSI Padi
  • Thumb
    BRMP Padi-AFACI Gelar Bimtek Monitoring Hama Penyakit untuk Amankan Produksi Padi
    07 Jul 2026 - By BBPSI Padi

tags

Mentan Amran stokpangan

Kontak

(0260) 520157

[email protected]

Jl. Raya IX, Desa Sukamandi, Kecamatan Ciasem, Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat

Kode Pos 41256

Whats App : 085756420179

www.padi.brmp.pertanian.go.id

© 2023 - 2026 Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Pertanian Tanaman Padi. All Right Reserved